MENGEJAR MIMPI | YOSCUP 2019 // CINEMATOGRAPHY | by SMK NURUL JADID BATAM

MENGEJAR MIMPI | YOSCUP 2019 // CINEMATOGRAPHY | by SMK NURUL JADID BATAM

Pada suatu hari Ifan mengikuti perguruan silat ASAD. Orang tuanya menyetujui bahwasannya Ifan mengikuti perguruan silat. Namun, orang tuanya sedikit ragu untuk mengizinkannya. Pelatih Ifan memberitahukan kepadanya bahwa si Ifan terpilih sebagai perwakilan turnamen silat antar perguruan, dan di pertandingan itu Ifan mendapatkan lawan yang telah menantangnya dari awal. Keesokan harinya Ifan memberi tau orang tuanya bahwa ia terpilih menjadi perwakilan turnamen silat antar perguruan, ibu serta ayahnya tidak setuju karena anaknya terpilih menjadi perwakilan turnamen silat tersebut. Namun, Ifan tetap teguh akan niatnya untuk mengikuti turnamen tersebut. Hari demi hari Ifan terus berlatih untuk mengikuti turnamen silat itu tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Dan tibalah saatnya Ifan mengikuti turnamen hingga dia masuk babak final. Pada saat pertandingan mau dimulai, ia diberi tau oleh temannya bahwa ibunya berada dirumah sakit. Secara otomatis Ifan langsung terkejut mendengar hal tersebut, saat Ifan ingin membatalkan pertandingannya tiba-tiba lawannya yang bernama Rahmatiar mendatangi Ifan dan berkata bahwa Ifan pengecut jika membatalkan pertandingan ini. Ifan bingung harus memilih melanjutkan pertandingan atau mendatangi ibunya yang sedang terbaring dirumah sakit. Karena Ifan sudah niat dari awal untuk mengikuti turnamen ini dan ia juga tidak mau di cap pengecut oleh Rahmatiar, maka ia melanjutkan pertandingannya. Dia berfikir bahwa ibunya hanya sakit biasa, padahal ibunya sakit parah. Tiba-tiba guru silat Ifan datang dan memberitahu Ifan bahwa ibunya sudah tiada. Saat mendengar berita tersebut Ifan langsung pergi kerumah sakit. Setelah sampai disana, ia langsung memeluk ibunya sambil menangis serta ia juga menyesali perbuatannya karena lebih mementingkan turnamen silat di bandingkan wanita yang telah melahirkannya.
―――
“MENGEJAR MIMPI”
Sebuah film oleh SMK NURUL JADID BATAM
• Amaliyah Rayyani Putri
• Imel
―――
“MENGEJAR MIMPI memiliki potensi menjadi B-movie yang sangat menghibur lewat kekurangan teknis dalam visual, penceritaan dan juga suara.” – Dion Haryadi

“Cerita martial arts yang tertutupi oleh kisah cinta dan kematian Ibu si tokoh utama. Adegan silat di atas bukit dengan latar belakang langit biru atau adegan tokoh utama menggelinding dari bukit mengingatkan kita pada film B Indonesia tahun 1970-an dan 1980s. Memiliki potensi, sayang tidak fokus.” – Umi Lestari, S.S., M.Hum.

“Ide cerita sudah baik, hanya saja belum tersampaikan dengan dialog dan visualnya. Tetap semangat ya membuat next film.” – Willy Brordus
―――
Sponsored by CENTRAL EDUCATION
A film submission for YOSCUP2019 – CINEMATOGRAPHY